Gado-gado@di.P4ti

“Tidak ada satu pun di dunia ini yang kekal abadi, begitu juga kehidupan.Maka jadikanlah hidup ini berarti dengan cara saling berbagi dengan sesama”

Arsip untuk kancah politik

Panggung Sandiwara Bertajuk “++”

Mungkinkah cerita ini menggambarkan kebobrokan pemerintahan di negara ini, semoga anggapan ini tidak benar adanya.TAPI kalau tidak membenarkan kebenarannya rasanya munafik banget, karena suara ini terdengar langsung dari seorang yang mengalaminya dan itu tanpa sensor. Cerita seperti ini tidak hanya sekali atau pun dua kali terdengar ditelinga kita bahkan berkali-kali. Yang menjadi tanda tanya besar adalah apakah pemerintahan di taman indonesia ini telah rusak akibat hama-hama berseragam????.Yang tahu jawabannya hanyalah Tuhan sang pencipta alam.
Sedikit cerita…….
Seorang guru disalah satu institusi pendidikan di jawa tengah sebut saja X, yang jelas dibawah naungan Depatemen Agama. Setelah berstatus guru honorer X
berkesempatan mengenyam status sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan hal itu tentu saja disambut gembira oleh X dan keluarganya.Tapi……. sakali lagi tapi, tidak semudah yang dibayangkan, ternyata untuk berstatus sebagai seorang pegawai negeri dan berembel-embel NIP itu harus melalui proses seperti halnya yang kita sering lihat dipasar monopoli.
Ada beberapa ciri dan sifat dasar pasar monopoli. Ciri utama pasar ini adalah adanya seorang penjual yang menguasai pasar dengan jumlah pembeli yang sangat banyak. Ciri lainnya adalah tidak terdapatnya barang pengganti yang memiliki persamaan dengan produk monopolis; dan adanya hambatan yang besar untuk dapat masuk ke dalam pasar.
Berarti kesimpulannya beliau-beliau yang ada didalam Departemen itu tidak lebih dari seorang pedagang ??????.uwaaaaah para pedagang sekarang berseragam dan berlabel NIP : 10000000,00. Naaaaa tu kan menggambarkan bahwa indonesia adalah negara maju.
Setelah turun surat edaran bahwa si- X diterima sebagai calon pegawai negeri, dikumpulkanlah berkas-berkas sebagai salah satu persyaratnnya. Berkas-berkas pun sudah lengkap setelah sekian hari mengurusnya dan akhirnya terkumpul juga dimeja bagian administrasi.Yang pasti satu beban terselesaikan.
Sebenarnya yang paling menggelitik dalam crita ini adalah sebuah kata yaitu “IDEALISME”. Karena apa ??? orang yang idealis dalam hal ini akan terhambat pemenuhan hak nya seperti halnya mobil yang terjebak macet di antrian lampu merah yang ngehank dan tidak tahu kapan bisa normal kembali.Kita hanya bisa berharap dan berharap agar semua ini cepet normal kembali.

Cerita berawal dari seseorang yang idealis dan sok sabar menunggu akan turunnya selembar kertas yang tertuliskan surat keputusan……..karena ia sabar menunggu dan menunggu ternyata tidak terasa waktu pun berganti hari ke hari, bulan silih barganti, dan akhirnya pun tahun turut berganti juga. Padahal teman-teman seangkatannya telah menerima surat itu.Selidik punya selidik ternyata SK ++ (plus-plus), karena telah tercuat kabar bahwa idealisme sudah tidak berlaku dan sudah dihapus dari peredaran. Ya kita sadar bahwa orang-orang itu tersudut dalam pasisi termonopoli dan mau tidak mau ya harus mengikuti aturan yang sudah diterapkan oleh mereka.Karena kalau tidak ada ++ tadi jalanya proses akan terhambat dan terus dihambat.Sampe-sampe masalah penempatan setelah SK turun pun membutuhkan ++ juga kalau ingin tetap mengajar ditempat semula.Lucu memang kedengarannya tapi memang itu kenyataan yang terjadi.
Kami hanya bisa berharap semoga kasus seperti ini tidak terulang kembali di departemen-departemen yang lain di negara kita tercinta ini.Dan juga oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab ini segera bertaubat dan ingatlah azab tuhan tetap berlaku adanya….!. Harta benda kita tidak akan ditanyakan diakhirat nanti.